Cara Merawat Bayi Kucing Baru Lahir, Agar Tumbuh Sehat dan Aktif

Buat para pecinta kucing, punya bayi kucing adalah hal yang paling menyenangkan. Tapi, tak sedikit yang gagal memelihara sehingga umurnya tak panjang. Sebelum itu terjadi pada kitten Anda, coba terapkan cara merawat bayi kucing yang baru lahir, agar pertumbuhannya tepat, sehat, dan tentunya bisa jadi teman main yang menyenangkan.

Pastikan Hal Ini Sebelum Mulai Merawat Bayi Kucing

Jika Anda harus menjadi “orang tua”, untuk anak kucing karena mereka ditinggalkan oleh induk. Atau memang Anda mengambil anak kucing baru lahir tersebut dari kerabat atau teman, maka pastikan terlebih dahulu beberapa hal berikut sebelum merawatnya.

  1. Berapa Usia Anak Kucing

Coba pastikan terlebih dahulu berapa usia bayi kucing itu. Beda usia akan beda perlakuan yang harus diterapkan kepadanya, terutama soal makanan dan tempat tinggal. Jika Anda kurang yakin, tentu bisa berkonsultasi dengan dokter hewan.

cara merawat bayi kucing
cara merawat bayi kucing
  1. Ingin Dipelihara Hingga Dewasa Atau Tidak

Apakah Anda ingin memeliharanya sampai dewasa atau hanya merawat hingga mandiri? Hal itu juga perlu diperhatikan sebelum mulai merawat bayi kucing. Jika ingin dirawat hingga dewasa, tentu tak masalah jika kedekatan emosional timbul bukan?

Begini Cara Merawat Bayi Kucing Baru Lahir

Saatnya untuk mulai merawat kitten yang lucu tersebut, dengan cara yang tepat. Jadi, Anda bisa bahagia ketika melihat dia tumbuh besar dalam kondisi sehat dan benar-benar aktif.

  1. Suasana Tenang

Siapkan tempat dengan suasana yang tenang, tidak terpapar cahaya matahari langsung, dan memiliki alas yang hangat. Usahakan tempat tersebut tidak dekat dengan aktivitas manusia, supaya si bayi bisa lebih mudah beradaptasi dan tidak stres.

  1. Induk Angkat

Berhubung bayi kucing masih sangat membutuhkan kehangatan induknya, maka ketika induk si bayi sudah tidak ada Anda bisa mencarikan induk angkat untuknya. Tapi, memang harus ekstra hati-hati mencari sebab tak semua kucing betina mau mengasuh bayi kucing lain.

  1. Pemberian Susu dan Makanan

Untuk memberikan susu dan makanan, Anda harus tahu usia kucing. Untuk bayi kucing berusia seminggu hingga tiga minggu, sebaiknya berikan susu khusus bayi kucing. Anda bisa mendapatkannya di gerai petshop terdekat.

Berikan sesering mungkin, terutama ketika si bayi mulai mengeong keras. Sama halnya dengan bayi manusia, mereka mengandalkan suara untuk menginformasikan rasa lapar, sakit, dan lainnya.

Untuk usia bayi di bawah satu minggu, usahakan memberi susu setiap dua jam, sedangkan di atas satu minggu bisa setiap empat jam sekali.

Sedangkan untuk makanan, Anda bisa mulai memberikannya ketika si bayi sudah berusia di atas satu bulan atau ketika dia sudah aktif. Jenis makanannya bisa makanan khusus anak kucing yang bisa Anda beli.

  1. Tempat Tidur

Untuk tidur bayi kucing, sediakan box khusus yang dilapisi kain hangat, kemudian tempatkan di posisi yang agak tinggi dan tersembunyi. Gunanya agar bayi tersebut merasa nyaman saat beristirahat.

Anda bisa menempatkannya di kamar pribadi, tepatnya di kolong tempat tidur sehingga mudah untuk mengawasi ketika dia mengeong dan sudah waktunya makan.

  1. Tempat Main

Untuk menunjang pertumbuhannya, bayi kucing yang sudah berusia satu bulan akan mulai mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Jadi, Anda perlu menyediakan tempatnya untuk bermain. Lengkap dengan sejumlah mainan yang bisa menstimulus pertumbuhannya. Bisa berupa ruang khusus yang memang Anda sediakan untuk kucing atau di ruangan terbuka yang bisa menunjang aktivitas si bayi. Jangan lupa untuk mendampinginya saat bermain Ya!

Kami rekomendasi : 10 Cara Merawat Kucing Kampung Supaya Tetap Sehat

  1. Tempat Buang Air

Saat bayi sudah berusia satu bulan, Anda bisa mulai mengajarkannya untuk buang air di tempat yang sudah Anda sediakan. Supaya dia terbiasa untuk bersih dan Anda juga tidak akan dibuat kesal ketika melihat kotorannya berserakan sembarangan.

  1. Jaga Kebersihan Tubuh dan Kandang

Sejak bayi, kucing juga harus dijaga kebersihannya, Anda bisa membersihkan kucing secara berkala supaya bulunya tidak lengket dan tidak terkena jamur. Bisa menggunakan handuk yang direndam air hangat.

Kemudian Anda juga perlu memastikan kandangnya selalu bersih. Caranya dengan mengganti alas kandang secara berkala, menyemprot kandang dengan disinfektan secara berkala saat si kucing sedang berada di luar kandang.

  1. Kedekatan Emosional

Jalinlah kedekatan emosional dengan bayi kucing, agar dia merasa nyaman ketika berada di sekitar Anda. Caranya dengan sering membelai si kucing, mengajaknya berkomunikasi dan mengajarkannya banyak hal dengan cara yang lembut.

Dengan cara yang tepat, Anda akan membuat bayi kucing melakukan hal serupa dengan Anda dan menjadi kucing yang setia.

  1. Rutin Kontrol

Anda juga disarankan untuk membawa bayi kucing secara rutin ke dokter hewan, untuk mengetahui kondisi kesehatan dan tumbuh kembangnya. Jadwalnya bisa disesuaikan dengan saran dokter, setelah konsultasi pertama.

Kapan Harus Berdiskusi Intensif Dengan Dokter Hewan?

Selain konsultasi kesehatan rutin, Anda juga perlu melibatkan dokter hewan ketika kondisi bayi kucing terlihat tidak normal. Hal ini bisa dicek melalui beberapa kondisi berikut:

  • Kondisi Mata

Pada kondisi normal, mata bayi kucing masih akan tertutup hingga usia seminggu hingga dua minggu. Tapi, ketika matanya tak kunjung terbuka ada indikasi kesehatan yang terjadi pada bayi tersebut. Maka sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter hewan, untuk mendapat penanganan yang tepat.

  • Berat Badan

Berat badan ideal bayi kucing yang baru lahir adalah berkisar 500 gram/bayi. Perkembangan yang normal, dalam seminggu penambahan beratnya bisa mencapai 400 gram.

Setelah tahu semua hal tentang cara merawat anak bayi kucing yang baru lahir di atas, Anda sepertinya sudah siap untuk menjadi “orang tua” untuk binatang peliharaan yang lucu tersebut. Percaya atau tidak, kedekatan emosional akan terjalin ketika Anda merawatnya sejak kecil lho. Tidak percaya?